Lothar Matthaus merupakan seorang legenda sepakbola asal Jerman yang melihat bahwa Modric merupakan seseorang yang pantas untuk merebut dan  menerima trofi bergengsi Ballon d’Or dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Mereka berdua Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selama kurun waktu 10 tahun ini tidak pernah tergantikan dalam perebutan trofi Ballon d’Or, dalam kurun waktu begitu lama sudah waktunya bagi mereka berdua tegantikan.

Dan akhirnya pencapaian mereka berdua harus berhenti tahun 2018, sebelumnya tidak pernah ada yang memikirkan dan memprediksi bahwa tahun ini nominasi tersebut di rebut oleh pemian timnas asal Kroatia Luka Modric.

Modric berhasil memperoleh gelar tersebut berdasarkan suara terbanyak yang di kumpulkan oleh pihak Ballon d’Or, sedangkan Messi tahun ini mengalami penurunan pringkat menjadi yang ke lima, sedangkan rival berat dari Messi, Ronaldo menduduki pringkat ke tiga.

Terpilihnya Luka Modric Merupakan Keputusan Tepat

Kegembiraan seorang legenda sepakbola Matthaus tidak terpungkiri lagi, selama ini dirinya sudah banyak melihat performa gelandang Real Madrid tersebut, sejak memasuki tahun 2018 dirinya menilai bawah sangat panats seorang Modric meraih gelar tersebut tahun ini dan harus diberikan acungan dua jempol dengan performanya.

Gelar Ballon d’Or selama 10 tahun belakangan ini memang hanya bergantian saja dari Messi ke Ronaldo dan sebalikanya, terpilihnya mereka berdua juga sudah tepat dan benar, kala itu mereka berdua memang benar dua orang pemain bintang yang terbaik.

Karir Ronaldo yang baik di Liga Champion sedangkan Messi baik di Spanyol, namun saat mengikuti Piala Dunia tim mereka harus tersingkir lebih dahulu, Portugal saja sudah tertahan sampai babak kedua saja, sedangkan Argentina juga tidak bertahan lama, performa mereka dalam ajang Piala Dunia tidak begitu banyak memberikan kontribusi yang banyak, sedangkan Modric  cukup memberikan kontribusi selama di klub dan timnasnya sampai masuk dalam laga final.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here